Keunikan Suku Sasak & Asal Usulnya

Estimated read time 3 min read

Suku Sasak merupakan salah satu dari ratusan bahkan ribuan suku yang ada di Indonesia. Suku ini juga banyak bertinggal di Pulau Lombok yang menganut agama islam. Namun 1% dari suku Sasak ini menganut ajaran yang berbeda pada agama islam pada umumnya. Namun ada pula Suku Sasak yang menganut kepercayaan Pra-Islam yang biasa mereka sebut dengan “Sasak Boda”.

Suku Sasak juga dikenal dengan pandai mengolah kain tenun yang sudah diakui kualitasnya. Bagi wanita dewasa dan sudah siap berumah tangga jika sudah mahir menenun yang dalam bahasa sasaknya di sebut dengan sesek.

BACA JUGA : Sejarah Bangunan Parthenon di Yunani

Tradisi unik lain dari Suku Sasak yaitu laki laki harus menculik seorang wanita untuk dijadikan pengantinnya. Laki lakinya pun harus mencari wanita tersebut diluar desa dalam waktu 3 hari. Dan setelah di culik, biasa nya mereka akan menyimpan wanita yang di culiknya dirumah kerabatnya di daerah Mataram.

Sejarah

Sedikit yang diketahui tentang sejarah Sasak kecuali bahwa Lombok ditempatkan di bawah pemerintahan langsung Perdana Menteri Majapahit, Patih Gajah Mada. Islam masuk ke wilayah tersebut sekitar abad ke-15. Suku Sasak masuk Islam antara akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-17 di bawah pengaruh Pangeran Prapen (Sunan Prapen), putra Raden Paku (Sunan Giri) atau Sunan Giri sendiri dan orang Makassar yang beragama Islam, seringkali mencampurkan keyakinan dasar Islam dengan keyakinan Hindu-Buddha, sehingga terciptalah agama Wetu Telu. Lombok ditaklukkan oleh kerajaan Gelgel Bali pada awal abad ke-16, sehingga membawa sejumlah besar penduduk Bali ke Lombok. Populasi masyarakat Bali di Lombok saat ini berjumlah sekitar 300.000 jiwa, 10–15% dari populasi Lombok. Masyarakat Bali juga sangat mempengaruhi agama Wetu Telu di Lombok.

Bahasa Suku Sasak

Bahasa Sasak merupakan bahasa Austronesia yang termasuk dalam kelompok bahasa jenis Indonesia. Secara spesifik bahasa Sasak termasuk dalam bahasa Indonesia Bagian Barat yang artinya juga berkerabat dekat dengan bahasa Jawa dan Bali. Dialek Sasak ada bermacam-macam jenisnya, seperti Kuto-Kute (Sasak Utara), Meno-Mene (Sasak Tengah), Meriak-Meriku (Sasak Tengah Selatan), Ngeno-Ngene (Sasak Timur Tengah, Sasak Tengah Barat). Ngeto-Ngete (Sasak Timur Laut) dan sebagainya.

Asal Usul Penamaan Sasak

Ada kemungkinan asal usul nama Sasak berasal dari kata sak-sak yang berarti “perahu”. Dalam Nagarakretagama, kata Sasak disebutkan menyatu dengan Pulau Lombok, yaitu Sasak Lombok Mirah Adhi. Menurut tradisi setempat, kata Sasak diyakini berasal dari kata sa’-saq yang berarti “yang satu”. Dilanjutkan dengan kata Lombok yang berasal dari kata Lomboq yang berarti “lurus”. Maka dengan menggabungkan kata Sa’-saq Lombok berarti “sesuatu yang lurus”. Terjemahan lain juga mencakup “jalan yang lurus”. Lombok Sasak Mirah Adhi diambil dari kitab Nagarakretagama (Desawarnana), kitab suci karangan Mpu Prapanca yang mencatat kekuasaan dan kekuasaan kerajaan Majapahit. Kata Lombok dalam bahasa Kawi berarti “lurus” atau “jujur”, Mirah berarti “permata”, Sasak berarti “pernyataan”, dan Adhi berarti “sesuatu yang baik” atau “yang terbaik”. Oleh karena itu Sasak Lombok Mirah Adhi berarti “kejujuran adalah permata yang menyatakan kebaikan”.

You May Also Like

More From Author